Tinggalkan komentar

Sudahkah Anda Bahagia?

Tidak seperti biasanya, hari itu Satwika pulang ke rumah agak malam. Setelah turun dari angkot dia masih memerlukan jalan kaki kurang lebih tiga ratus meter agar sampai di rumahnya. Di sepanjang jalan dia melihat rumah-rumah pada gelap, sementara lampu penerangan jalan masih memancarkan sinarnya. Kira-kira seratus meter menjelang rumahnya, dia melihat salah seorang tetangganya sedang membungkuk di pinggir jalan sambil mencari-cari sesuatu. Sepertinya ada sesuatu yang hilang.

Tanpa menanyakan lebih lanjut, Satwika ikut nimbrung mengais-ngais rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Setelah sekian lama ikut mencari-cari, timbul rasa panasaran Satwika. “Bapak kehilangan apa?”, tanyanya. “Saya sedang mencari-cari kunci sepeda motor saya”, jawab orang tua itu. Mendengar jawaban itu Satwika semakin semangat untuk membantu mencari-carinya. Areal pencarian dilakukan hingga ke got yang ada di pinggir jalan. Setelah sekitar satu jam mencari-cari, Satwika kelelahan juga membantu. Kunci itu belum jua ditemukan.

“Coba Bapak ingat-ingat kembali, kira-kira di mana hilangnya?” selidik Satwika penuh penasaran. Dengan entengnya Pak Burhan menjawab: “Tadi sih hilangnya di dalam rumah. Berhubung di dalam rumah gelap dan di tempat ini terang oleh lampu penerangan jalan, maka saya mencarinya di luar sini.”

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari,  kita sering melakukan hal-hal yang serupa yang dilakukan Pak Burhan pada cerita singkat di atas. Salah satu contohnya adalah dalam upaya mencari kebahagiaan. Kita sering berusaha mencari-cari kebahagiaan di luar diri kita. Kita sering meletakkan kebahagiaan itu sangat jauh di luar diri kita. Kita memberikan persyaratan yang terlalu tinggi untuk menjadi bahagia. Padahal, sejatinya kebahagiaan itu sumbernya di dalam diri, bukan di luar.

Kita sebenarnya bisa bahagia dalam kondisi apapun karena bahagia adalah pilihan hidup. Khabar baiknya adalah kita punya kebebasan 100% untuk memilih. Oleh karena itu, pilihlah untuk bahagia.

Sudahkah Anda memilih untuk bahagia hari ini?

Tinggalkan komentar

MEMBERI DENGAN IKHLAS

Seorang pebisnis, sebut saja namanya Anton, ingin mengundang makan siang seorang mitra bisnisnya di sebuah restoran yang menjadi langganannya. Anton sering makan di restoran itu, sehingga hampir semua pelayannya kenal sama Anton. Terlebih-lebih Anton terkenal murah hati dalam memberikan tip kepada pelayan. Tak heran jika kedatangan Anton di restoran itu disambut bagaikan seorang raja.

Siang itu Anton sudah datang duluan. Seorang pelayan menyambut dan mempersilakan Anton duduk di tempat yang sudah disediakan secara khusus. Tidak lama kemudian mitra bisnisnya, sebut saja Rudi datang ke restoran itu. Sambutan pelayanan biasa saja, tidak seramah sambutannya kepada Anton. Kontras sekali perbedaan perlakuan pelayanan antara terhadap Anton dan terhadap Rudi.

Sebenarnya Anton melihat perbedaan perlakuan ini, tetapi dia simpan saja dalam hati. Setelah makan siang selesai, Anton membayar tagihan dengan tidak lupa memberikan sejumlah tip kepada pelayanan. Di luar dugaannya, Rudi pun memberikan tip juga kepada pelayan yang telah memberikan pelayanan yang buruk, bahkan jumlahnya lebih besar daripada yang diberikan Anton.

Melihat fenomena itu, Anton menjadi penasaran. Dia langsung menanyakannya kepada Rudi. Dia tahu bahwa Rudi adalah seorang pebisnis yang terkenal amat arif nan bijaksana. “Bagiku, perbuatan orang lain tidak bisa menghalang-halangi niatku untuk berbuat baik. Jika aku sudah berniat berbuat baik, tak seorang pun bisa menghalangiku, termasuk pelayanan buruk pelayan tadi,” jelas Rudi dengan penuh kearifan.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kejadian yang hampir sama dengan cerita di atas. Niat kita untuk berbuat baik dipengaruhi oleh perilaku orang lain. Contoh paling sederhana adalah pada saat parkir di mall. Begitu petugas parkir memberikan pelayanan bagus dengan menunjukkan tempat parkir yang kosong, dengan serta merta kita memberikan tip, tetapi saat petugas parkir hanya memberikan pelayanan seadanya, kita tidak memberikan apa-apa. Hal ini menunjukkan bahwa kita memberikan sesuatu karena kita semata-mata untuk membalas kebaikan (perbuatan) dari seseorang. Kita belum sampai pada taraf memberi dengan tulus ikhlas.

Tinggalkan komentar

PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I KEUANGAN STAN 2011

Setelah ditunggu-tunggu sekian lama, akhirnya STAN kembali membuka penerimaan mahasiswa baru. Tapi sayang, untuk tahun 2011 ini, STAN hanya menerima mahasiswa Program Diploma I dan itupun terbatas hanya untuk spesialisasi Pajak dan Bea Cukai.

Pengumuman selengkapnya dapat diunduh di pengumuman usm 2011-5juli

Mudah-mudahan tahun depan dibuka untuk Program D3 dan semua jurusan.

1 Komentar

Selamat Kepada Irwanda Wisnu Wardhana

Diklat Fungsional Peneliti Tingkat Pertama LIPI Angkatan XVI Tahun 2010 akhirnya ditutup secara resmi oleh Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) LIPI, Bapak M. Bashori Imron pada hari Selasa, 19 Oktober 2010. Saat menyampaikan pidato penutupan, Kapusbindiklat juga mengumumkan 8 peringkat peserta terbaik dalam angkatan XVI ini. Kedelapan peserta tersebut adalah:

1. Irwanda Wisnu Wardhana (BKF, Jakarta)

2. Essi Hermaliza (BPSNT Banda Aceh)

3. Susan Trida Salosa (Kehutanan Manokwari)

4. Gayuh Utami Nugroho (Lapan, Jakarta)

5. I Nyoman Widia (BKF, Jakarta)

6. Ni Made Dwi Sulistia Budhiari (Litbang PU, Bali)

7. Sahajuddin (BPSNT, Makassar)

8. Hasanadi (BPST, Padang)

 

Selamat kepada Irwanda Wisnu Wardhana sebagai perserta terbaik dan satu-satunya peserta yang mendapatkan kategori “sangat baik”. Semoga kelak tidak hanya menjadi peneliti tangguh yang superdahsyat, tetapi juga bisa menjadi birokrat yang hebat….

5 Komentar

Diklat Fungsional Peneliti Tingkat Pertama Angkatan XVI – LIPI

Tanpa terasa, sudah lebih dari seminggu kami berkumpul di sebuah tempat yang jauh dari hiruk pikuk Jakarta. Asal kami beragam. Mulai dari ujung barat Indonesia, Banda Aceh, hingga ke ujung timur, Kabupaten Jayawijaya. Dengan jumlah 30 orang, kami digembleng selama 21 hari. Kami mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional peneliti.

Inilah nama-nama peserta diklat angkatan XVI:

1. Hariadi (Padang)

2. Budi Eka Putra (Padang)

3. Hasanadi (Padang)

4. M. Thamrin Mattulada (Makasar)

5. Sahajuddin (Makasar)

6. Piet Rusdi (Banda Aceh)

7. Essi Hermaliza (Banda Aceh)

8. Sisva Maryadi (Pontianak)

9. Marlyn J. Salhuteru (Ambon)

10. R.A. Riana Dyah Prawitasari (Bali)

11. Rubangi Al Hasan (Mataram)

12. Susan Trida Salosa (Manokwari)

13. Mohammad Zainul Abidin (Jakarta)

14. I Nyoman Widia (Jakarta)

15. Noor Syaifudin (Jakarta)

16. Irwanda Wisnu Wardhana (Jakarta)

17. Ni Made Dwi Silistia Budhiari (Denpasar)

18. Dessy Febrianty (Jakarta)

19. Zaenal Asiqin (Jakarta)

20. Rini Ferubani (Jakarta)

21. Dimaz Satrya Rezamudra (Jakarta)

22. Ari Fianti (Jakarta)

23. Putri Hayuningtyas (Jakarta)

24. Yurviany (Jakarta)

25. Erga Grenaldi (Jakarta)

26. Arfianti Kusuma Wardhani (Jakarta)

27. Gayuh Utami Nugroho (Jakarta)

28. Taufik Rachman (Jayawijaya)

29. Yudha M. Bawotong (Sangihe)

30. Sulistio Andriyanto (Tanggamus)

 

3 Komentar

Pembetulan SPT

Berdasarkan Pasal 8 UU KUP, terdapat empat jenis pembetulan SPT, yaitu:

  1. Belum dilakukan pemeriksaan
  2. Sedang dilakukan pemeriksasan
  3. Sudah dilakukan pemeriksasan
  4. Terkait dengan Rugi tahun sebelumnya

A. Belum dilakukan Pemeriksaan

Wajib Pajak dengan kemauan sendiri dapat membetulkan SPT yang telah disampaikan dengan menyampaikan pernyataan tertulis, dengan syarat Dirjen Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. Khusus untuk pembetulan yang mengakibatkan rugi atau lebih bayar, pembetulan disampaikan maksimal 2 tahun sebelum daluwarsa penetapan berakhir. Pembatasan ini dilakukan agar Dirjen Pajak mempunyai ruang waktu untuk melakukan pemeriksaan terhadap SPT yang dibetulkan tersebut.

Apabila dengan pembetulan ini mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, maka kepada Wajib Pajak dikenakan bunga 2% sebulan yang dihitung:

  1. sejak tanggal penyampaian SPT Tahunan berakhir sampai dengan tanggal pembayaran akibat pembetulan dan bagian bulan dihitung penuh satu bulan.
  2. sejak jatuh tempo pembayaran masa sampai dengan tanggal pembayaran akibat pembetulan SPT Masa dan bagian bulan dihitung penuh satu bulan.

B. Sedang Dilakukan Pemeriksaan

Walaupun Dirjen Pajak telah melakukan pemeriksaan, tetapi belum menerbitkan Surat Ketetapan Pajak (sedang melakukan pemeriksaan), Wajib Pajak dengan kesadaran sendiri dapat mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan sesuai keadaan sebenarnya, yang dapat mengakibatkan:

  1. pajak-pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar atau lebih kecil
  2. rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil atau lebih besar
  3. jumlah harta menjadi lebih kecil atau lebih besar, atau
  4. jumlah modal menjadi lebih besar atau lebih kecil

Laporan tersendiri secara tertulis tersebut harus disampaikan sebelum Pemeriksa menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP), ditandatangani oleh Wajib Pajak, dan dilampiri dengan:

  1. penghitungan pajak yang kurang dibayar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dalam format Surat Pemberitahuan;
  2. Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan pajak yang kurang dibayar; dan
  3. Surat Setoran Pajak sebagai bukti pembayaran sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen).

Untuk membuktikan kebenaran pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan tersebut, pemeriksaan tetap dilanjutkan dan atas hasil pemeriksaan tersebut diterbitkan surat ketetapan pajak dengan            mempertimbangkan laporan tersendiri tersebut beserta pelunasan pajak yang telah dibayar. Jika pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan yang dilakukan oleh Wajib Pajak ternyata tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya, surat ketetapan pajak diterbitkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tersebut. Apabila diterbitkan SKPKB, pajak yang telah disetor dan sanksi kenaikan 50% tidak dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak oleh pemeriksa, tetapi pembayaran tersebut dapat diperhitungkan sebagai pembayaran atas SKPKB berdasarkan permohonan Wajib Pajak.

C. Sudah Dilakukan Pemeriksaan

Walaupun telah dilakukan tindakan pemeriksaan (sudah diterbitkan SKP), tetapi belum dilakukan tindakan penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan Wajib Pajak, terhadap ketidakbenaran tersebut tidak akan dilakukan penyidikan, apabila Wajib Pajak dengan kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut disertai dengan pelunasan kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang beserta sanksi administrasi denda sebesar 150%.

Yang dimaksud dengan ketidakbenaran di sini adalah menyampaikan SPT, ettapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara dan perbuatan tersebut merupakan perbuatan kedua dan seterusnya (setelah perbuatan pertama).

D. Terkait dengan Rugi Tahun sebelumnya

Wajib Pajak dapat membetulkan SPT Tahunan yang telah disampaikan, dalam hal Wajib Pajak menerima SKP, SK Keberatan, SK Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali tahun pajak sebelumnya atau beberapa tahun pajak sebelumnya yang menyatakan rugi fiskal yang berbeda dengan rugi fiskal yang telah dikompensasikan dalam SPt Tahunan yang akan dibetulkan tersebut, dalam jangka waktu 3 bulan setelah menerima SKP, SK Keberatan, SK Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali, dengan syarat Dirjen Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan.

Contohnya, Wajib Pajak telah menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2008 pada tanggal 25 April 2009 dengan memperhitungkan adanya kompensasi kerugian dari tahun pajak 2007 sebesar Rp500 juta. Atas kerugian tahun pajak 2007 dilakukan pemeriksaan dan diterbitkan SKPKB pada tanggal 12 April 2010. Wajib Pajak mengajukan keberatan tanggal 10 Juni 2010 dan dikabulkan seluruhnya, bahkan kerugian tahun 2007 menjadi Rp600 juta. SK Keberatan terbit tanggal 20 Mei 2011. Oleh karena itu, Wajib Pajak dapat menyampaikan pembetulan SPT untuk tahun pajak 2008 paling lambat tanggal 19 Agustus 2011.

Tinggalkan komentar

Pengumuman Hasil Ujian STAN 2010

Pengumuman hasil ujian saringan masuk STAN 2010 dapat dilihat di link berikut ini:

Pengumuman USM STAN

Lampiran

atau

http://www.bppk.depkeu.go.id/attachments/367_pengusm2010.pdf

http://www.bppk.depkeu.go.id/attachments/367_usm2010.pdf

Selamat bagi yang lulus…

Jangan bersedih bagi yang belum lulus…