3 Komentar

Pembetulan SPT

Berdasarkan Pasal 8 UU KUP, terdapat empat jenis pembetulan SPT, yaitu:

  1. Belum dilakukan pemeriksaan
  2. Sedang dilakukan pemeriksasan
  3. Sudah dilakukan pemeriksasan
  4. Terkait dengan Rugi tahun sebelumnya

A. Belum dilakukan Pemeriksaan

Wajib Pajak dengan kemauan sendiri dapat membetulkan SPT yang telah disampaikan dengan menyampaikan pernyataan tertulis, dengan syarat Dirjen Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. Khusus untuk pembetulan yang mengakibatkan rugi atau lebih bayar, pembetulan disampaikan maksimal 2 tahun sebelum daluwarsa penetapan berakhir. Pembatasan ini dilakukan agar Dirjen Pajak mempunyai ruang waktu untuk melakukan pemeriksaan terhadap SPT yang dibetulkan tersebut.

Apabila dengan pembetulan ini mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, maka kepada Wajib Pajak dikenakan bunga 2% sebulan yang dihitung:

  1. sejak tanggal penyampaian SPT Tahunan berakhir sampai dengan tanggal pembayaran akibat pembetulan dan bagian bulan dihitung penuh satu bulan.
  2. sejak jatuh tempo pembayaran masa sampai dengan tanggal pembayaran akibat pembetulan SPT Masa dan bagian bulan dihitung penuh satu bulan.

B. Sedang Dilakukan Pemeriksaan

Walaupun Dirjen Pajak telah melakukan pemeriksaan, tetapi belum menerbitkan Surat Ketetapan Pajak (sedang melakukan pemeriksaan), Wajib Pajak dengan kesadaran sendiri dapat mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan sesuai keadaan sebenarnya, yang dapat mengakibatkan:

  1. pajak-pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar atau lebih kecil
  2. rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil atau lebih besar
  3. jumlah harta menjadi lebih kecil atau lebih besar, atau
  4. jumlah modal menjadi lebih besar atau lebih kecil

Laporan tersendiri secara tertulis tersebut harus disampaikan sebelum Pemeriksa menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP), ditandatangani oleh Wajib Pajak, dan dilampiri dengan:

  1. penghitungan pajak yang kurang dibayar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dalam format Surat Pemberitahuan;
  2. Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan pajak yang kurang dibayar; dan
  3. Surat Setoran Pajak sebagai bukti pembayaran sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen).

Untuk membuktikan kebenaran pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan tersebut, pemeriksaan tetap dilanjutkan dan atas hasil pemeriksaan tersebut diterbitkan surat ketetapan pajak dengan            mempertimbangkan laporan tersendiri tersebut beserta pelunasan pajak yang telah dibayar. Jika pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan yang dilakukan oleh Wajib Pajak ternyata tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya, surat ketetapan pajak diterbitkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tersebut. Apabila diterbitkan SKPKB, pajak yang telah disetor dan sanksi kenaikan 50% tidak dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak oleh pemeriksa, tetapi pembayaran tersebut dapat diperhitungkan sebagai pembayaran atas SKPKB berdasarkan permohonan Wajib Pajak.

C. Sudah Dilakukan Pemeriksaan

Walaupun telah dilakukan tindakan pemeriksaan (sudah diterbitkan SKP), tetapi belum dilakukan tindakan penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan Wajib Pajak, terhadap ketidakbenaran tersebut tidak akan dilakukan penyidikan, apabila Wajib Pajak dengan kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut disertai dengan pelunasan kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang beserta sanksi administrasi denda sebesar 150%.

Yang dimaksud dengan ketidakbenaran di sini adalah menyampaikan SPT, ettapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara dan perbuatan tersebut merupakan perbuatan kedua dan seterusnya (setelah perbuatan pertama).

D. Terkait dengan Rugi Tahun sebelumnya

Wajib Pajak dapat membetulkan SPT Tahunan yang telah disampaikan, dalam hal Wajib Pajak menerima SKP, SK Keberatan, SK Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali tahun pajak sebelumnya atau beberapa tahun pajak sebelumnya yang menyatakan rugi fiskal yang berbeda dengan rugi fiskal yang telah dikompensasikan dalam SPt Tahunan yang akan dibetulkan tersebut, dalam jangka waktu 3 bulan setelah menerima SKP, SK Keberatan, SK Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali, dengan syarat Dirjen Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan.

Contohnya, Wajib Pajak telah menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2008 pada tanggal 25 April 2009 dengan memperhitungkan adanya kompensasi kerugian dari tahun pajak 2007 sebesar Rp500 juta. Atas kerugian tahun pajak 2007 dilakukan pemeriksaan dan diterbitkan SKPKB pada tanggal 12 April 2010. Wajib Pajak mengajukan keberatan tanggal 10 Juni 2010 dan dikabulkan seluruhnya, bahkan kerugian tahun 2007 menjadi Rp600 juta. SK Keberatan terbit tanggal 20 Mei 2011. Oleh karena itu, Wajib Pajak dapat menyampaikan pembetulan SPT untuk tahun pajak 2008 paling lambat tanggal 19 Agustus 2011.

3 comments on “Pembetulan SPT

  1. pak,,misal dalam sebuah perusahaan jika ada kesalahan dalam pengisian spt pd waktu pemeriksaan apakah perusahaan akan terkena sanksi atau bahkan bisa terkena hukuman yg dianggap menggelapkan pajak…??dan apakah ada solusinya???

  2. Pak Widia, saya temen bapak di SMA
    numpang tanya kenken carane gabung di trisma88
    ampura timpalene blogpesan

  3. Pak ,saya mau tanya ,jika terjadi salah ketik jumlah lebih bayar Spt PPn, bagaimana cara pembetulanya?
    dan apakah syarat yg harus di penuhi jika kita melakukan Pembetulan Spt PPn .Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: