5 Komentar

Memberi atau Menukar?

Salah satu rahasia sukses terbesar adalah “memberi” karena dengan memberi berarti kita mempunyai “lebih”. Dengan memberi, kita mengekspresikan bahwa kita berkelimpahan. Ekspresi berkelimpahan ini terpancar ke alam semesta dan sesuai dengan Hukum Daya Tarik (Law of Attraction), kita akan menarik keberlimpahan juga, bahkan akan berlipat dari apa yang kita pancarkan. Alam semesta akan memberikan berlipat-lipat berlimpahan kepada kita.

Apakah selama ini kita sudah sering “memberi”? Mengapa kita tidak juga mendapatkan berlipat keberlimpahan. Menurut persepsi kita, memang kita sudah sering memberi, tetapi dalam kenyataannya kita sering memberi dengan mengharapkan balasan (imbalan). Selama kita masih mengharapkan imbalan/balasan, sejatinya kita belum memberi, tetapi kita baru dalam taraf “menukar”.
Mengapa disamakan dengan “menukar”? Menukar, artinya apa yang kita berikan akan kita dapatkan penggantinya. Contohnya, kalau kita menukar pulpen dengan pensil, pulpennya kita berikan kepada orang lain, tetapi kita mendapatkan penggantinya, yaitu pensil. Itu contoh sederhananya.

Kalau niat kita dari awal adalah untuk menukar, maka setelah kita memberikan sesuatu kepada orang lain, maka pikiran kita akan terikat kepada benda yang kita harapkan sebagai penukar. Selama sesuatu yang kita harapkan belum kita dapatkan, pikiran kita akan terus terikat pada sesuatu itu hingga harapan kita itu tercapai.

Demikian juga kalau kita memberi sesuatu dengan masih mengharapkan imbalan. Setelah memberi, pikiran kita akan terus terikat pada sesuatu yang kita harapkan tersebut. Pikiran yang terikat ini justru akan menghalang-halangi kedatangan sesuatu yang kita harapakan.

Sebaliknya, jika kita memberi dengan suasana hati ikhlas, berarti pikiran kita tidak terikat akan sesuatu balasan/imbalan. Hati yang ikhlas ini menghasilkan energi yang dahsyat, sehingga suasana hati yang berkelimpahan yang kita pancarkan pada saat memberi akan disertai energi yang dahsyat dari hati yang ikhlas. Inilah yang akan mendatangkan berlipat-lipat keberlimpahan.

Marilah mulai sekarang kita “memberi” BUKAN “menukar”.

Salam superdahsyat,

INW

Iklan

5 comments on “Memberi atau Menukar?

  1. SELAMAT pagi pak nyoman, dah on ni masih pagi ………
    betul pak nyoman, pemberian harus berangkat dari suatu keikhlasan (ketulusan) dan tanpa berharap apapun dari orang yang kita tolong (yang diberi), apalagi ada hati kecewa thdp kelakuan orang2 yg kita tolong….

    KETULUSAN yang murni akan menghasilakAn dan mendatangkan pertolongan serta hikmah yang besar yang datangnya tidak kita prediksi sebelumnya.

    tetapi semakin tulus kita berbuat akan semakin berat godaan yang datang dari luar, oke yang penting kita berusaha terus untuk selalu ikhlas dalam kehidupan ini

  2. slamat pagi pak, betul setiap perbutan tertutama dalam memberi harus iklash (tulus) tanpa berharap sedikitpun imbalan dari siapaun, dan suatu ketika dengan tidak tahu kapan datangnya (tiba-tiba) kita akan mendapatkan balasan (pahala) atau energi….. dan itu akan yang lebih baik dari apa yang kita berikan apalagi teriringi oleh sebuah doa yang terlontar dari orang yang kita beri tsb. selamat berbuat dengan penuh keikhlasan………….by agus bandung

  3. Memberi dg rasa ikhlas..suatu hal yg sepele tapi butuh suatu usaha yg besar agar dapat berperilaku seperti itu. Menumbuhkan rasa ikhlas ketika memberi suatu hal positif kepada orang lain, memerlukan kesadaran diri dan usaha yg terus menerus. Saya setuju dg perkataan bapak “Dengan memberi, kita mengekspresikan bahwa kita berkelimpahan.” hal ini juga merupakan suatu bentuk rasa syukur kita atas apa yg telah di berikan oleh Tuhan YME kepada diri ini.
    Buat Pak Nyoman, tetep bertahan untuk memberi dg rasa ikhlas dorongan semangat dan ilmu yg Bapak miliki kepada anak2 yg Bapak didik ya Pak..
    Salam ZuperDahzyat.. 🙂

  4. Maaf bukan alam semesta yang akan memberikan keberlimpahan yang berlipat-lipat tapi hanya Allah yang maha memberi rezeki.

  5. […] Lompat ke Komentar Masih ingat konsep “memberi” yang pernah saya tulis dalam Memberi atau Menukar? Kalau perlu, silakan Anda membaca dulu artikel tersebut sebelum melanjutkan membaca tulisan ini. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: