4 Komentar

Haruskah Kita Meminta Maaf?

Sewaktu kita berbuat kesalahan kepada orang lain, apakah kita perlu meminta maaf? Dari sisi sopan santun dan tata krama pergaulan, sudah sepatutnya kita meminta maaf. Di samping meminta maaf, sebenarnya ada dua hal yang lebih penting lagi, yaitu “memaafkan orang lain” dan “memaafkan diri sendiri”.

Mengapa lebih penting memaafkan orang lain? Karena kalau kita belum/tidak memaafkan orang lain, siapa pun dia, maka orang tersebut akan terus menerus menempati ruang pikiran kita secara gratis, bebas sewa. Sepanjang kita belum melepaskan dia (memaafkannya), dia akan secara bebas menempati ruang pikiran kita. Kita akan tetap memikirkan dia. Pikiran kita akan terbebani terus. Bahkan, lama-kelamaan akan menggerogoti fisik kita yang pada akhirnya akan menimbulkan penyakit pada diri kita.

Kondisi di atas sangat merugikan kita. Apalagi ditambah dengan perasaan benci kita pada orang itu.
Kalau kita membenci seseorang, itu sama artinya dengan kita minum racun, tetapi mengharapkan orang lain akan mati pelan-pelan. Kita yang memendam kebencian, maka kita sendiri yang akan menderita. Sementara itu, orang yang kita benci, hidupnya tenang-tenag saja, bahkan tambah sukses, tambah bahagia. Sebaliknya, perasaan benci itu secara pelan-pelan akan menggerogoti kesehatan kita, bahkan mungkin saja bisa sampai mengantar kita ke liang lahat. Dengan demikian, tepatlah kalau kebencian itu diibaratkan dengan kita minum racun, tetapi mengharapkan orang lain mati pelan-pelan.

Coba kita rasakan betapa  plongnya perasaan kita tatkala kita berhasil memaafkan orang lain.  Seolah-olah kita terbebas dari beban yang sangat berat yang selama ini membebani kita. Begitu kita memaafkannya, hati menjadi plong, perasaan menjadi enteng.

Hal kedua yang lebih penting dari pada meminta maaf adalah memaafkan diri sendiri. Pada saat kita melakukan kesalahan pada orang lain, kita segera meminta maaf pada orang itu. Orang itu pun sudah dengan lapang memaafkan diri kita. Akan tetapi, kita sendiri masih belum bisa memaafkan diri kita. Kita masih merasa bersalah. Sepanjang kita sendiri belum memaafkan diri kita sendiri, perasaan bersalah itu masih terus membebani pikiran kita. Apakah mau perasaan bersalah itu tetap bercokol dalam pikiran dan hati kita?

Sebaliknya, walaupun orang tersebut belum/tidak memaafkan kita, tetapi diri kita sendiri sudah memaafkan diri kita, maka perasaan kita menjadi lega, plong, enteng, dsb. Bagaiamana dengan orang yang tidak memaafkan kita? Sama saja dengan cerita di atas. Dia akan menderita, akan terbebani pikirannya hingga dia mau memaafkan kita.

Oleh karena itu, memaafkan orang lain dan memaafkan diri sendiri jauh lebih penting dari pada meminta maaf.

Salam superdahsyat,

INW

4 comments on “Haruskah Kita Meminta Maaf?

  1. Setubuh..eh…setuju banget Pak Nyoman..memaafkan orang lain dan memaafkan diri sendiri ketika kita ada salah dan kita telah meminta maaf) adalah suatu hal yg penting. Lagipula, di dunia ini-di era kita sekarang ini-tidak ada manusia yg sempurna, semua pasti ada salah, baik yg di sengaja ataupun tidak, demi menjaga rasa persatuan dan kesatuan, mari kita saling memaafkan atas kesalah orang lain dan kesalahan yg telah kita perbuat, mari kita pikir kan suatu hal yg relatif positif bagi pengembangan diri dan orang di sekitar kita, inti nya mari kita maksimal kan pikiran kita ini untuk suatu memikirkan suatu hal yg baik.
    Salam ZuperDahzyat…🙂

  2. Manusia adalah mahluk sosial, salah dan kesalahan adalah soal biasa selama itu tidak disengaja dan diulang-ulang kesalahannya, akibat salah dan kesalahan tentunya akan berdampak kepada diri sendiri maupun kepada orang lain, OLEH KARENANYA mintalah maaf bilamana kita berbuat salah kepada orang lain, dan berilah maaf sebelum orang meminta maaf, karena memberi maaf itu lebih mulia,,,,,,,,,,,, trims pak nyoman jadilah pemaaf karena dengan sikap pemaaf dunia akan lebih baik. dan lebih dhasyyyyyyyyyyyyyat

  3. pak menurut saya meminta maaf itu lbih slit dibandingkan dengan membri maaf,tp disisi lain memberi maaf juga memang sulit,alasannya orang yang meminta maaf kadang merasa malu untuk meminta maaf dan ada pula yang merasa gengsi untuk meminta maaf,tapi itu kembali pada diri kita masing-masing.begitupun dengan memberi maaf tidak semua orang bisa memberi maaf,karna memaafkan kesalahan oranglain tidak semudah membalikan telapak tangan.dalam diri seseorang terdapat suatu rasa dendam,dengki dll.oleh sebab itu memamafkan dan memberi maaf itu sama pentingnya,tidak hanya memberi maaf saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: