6 Komentar

Kerahasiaan Wajib Pajak : DIBUKA atau DILINDUNGI???????

Materi ini adalah bahan diskusi dalam Mata Kuliah Hukum Pajak di Fakultas Hukum Universitas Sahid Jakarta. Bagi Anda mahasiswa Universitas Sahid Jakarta, silakan berikan komentar Anda tentang materi ini yang tentunya sudah Anda tulis dalam bentuk tugas pembuatan paper.

Saya tunggu komentar dan pendapat kritis Anda.

Selamat berdiskusi!

6 comments on “Kerahasiaan Wajib Pajak : DIBUKA atau DILINDUNGI???????

  1. menurut pendapat saya kerasahsian wajib pajak harus dilindungi, karena WP bisa diibaratkan sebagai pembeli (orang yang memberi uang) jadi hak-haknya juga harus dinomorsatukan setelah kewajibannya dipenuhi. Lain hal pada kasus BPK, karena BPK dalam memeriksa seharusnya tanpa batasan, jadi lebih baik diberikan akses untuk dapat memeriksa sampai ke Dirjen Pajak, dengan catatan data yang didapat tidak dipublikasikan apalagi sampai ke media, jadi hanya orang dalam BPK saja yang tahu, untuk menghargai WP yang telah memenuhi kewajibannya

  2. Menurut pendapat hemat saya kerasahasian wajib pajak perlu dilindungi, karena mempunyai hak kerahasian WP yang harus dikedepankan sesuai dengan Ps.34 ayat (2a) huruf b UU KUP. Lain halnya pada kasus BPK Pasal di atas merugikan hak konstitusional, karena harus menunggu lampu hijau dari mentri keuangan agar bisa mengaudit Ditjen Pajak.
    BPK mengajukan uji materi UU No.28/2007 Ditjen Pajak tentang ketentuan umum tata cara perpajakan serta keberadaan Psal 34 ayat 2a huruf b Seharusnya BPK diperbolehkan mengaudit semua lembaga tinggi negara hanya sebatas sbg auditor (hasil audit tsb diteruskan/dilaporkan ke jenjang berikutnya) sesuai dengan prosedur kerja kelembagaan tinggi Negara RI.

  3. Lanjutan, bilamana kerahasian wajib pajak dibuka oleh pemerintah Negara RI dengan batas-batas koridor tertentu bukan oleh BPK misalkan untuk kepentingan pemberantasan KKN oleh KPK dsb.

  4. Menurut pendapat saya untuk kerahasiaan wajib pajak (WP) seharusnya dilindungi, karena WP adalah orang yang menyadari akan kewajibannya membayar dalam membayar pajak dan hak-haknya harus dipenuhi.
    Lain halnya dalam kasus BPK berbeda, karena BPK sebagai badan Independen dapat memeriksa dan memasuki setiap Instansi Pemerintah/Swasta namun hasil pemeriksaannya bukan merupakan konsumsi umum. Dan menurut pendapat saya bila sampai ke masyarakat atau terbuka, maka petugas BPK di kategorikan sebagai petugas yang kurang etis.

  5. Sebelum menjawab kepada rahsia pajak, saya akan memulai dari hal, dalam pemungutan pajak di Indonesia menganut system self assessment yang berarti bahwa :
    Negara memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menghitung, memperhitungkan, menyetor, melaporkan sendiri kewajiban perpajakannya (negara tidak ikut campur) wajib pajak yang aktif. Sekarang Indonesia menganut system self assessment, adalah terlalu dini/ terlalu cepat dikarenakan :
    • Di indonesia membayar pajak itu karena UU
    • Kepercayaan yang diberikan kepada WP apakah sudah dilakukan dengan benar?
    Maka pemerintah harus bercermin pada hal-hal berikut :
    • Sebelum negara memberikan kepercayaan kepada WP, negara harus memberikan/melakukan pendidikan kepada rakyatnya
    • Penegakan hukumnya bagaimana ? harus jauh dari KKN.

    Untuk menganut system self assessment itu harus ada pilar yaitu “pengawasan” : pemeriksaan untuk menguji kepatutan pemenuhan kewajiban pajak dalam rangka untuk memberi kepastian hukum.

    Melihat bahwa rendahnya kesadaran WP untuk membayar utang pajak atas kesadaran sendiri bukan karena UU, maka memandang pasal 34 UU KUP tentang kerahasiaan WP, dimana WP ini dilindungi oleh negara. Selama kesadaran masyarakat kita yang masih rendah untuk membayar utang pajak, dengan kerahasiaan ini justru dapat menyuburkan penyelewengan dan penyalahgunaan perlindungan oleh beberapa pihak yang kurang bertanggung jawab. Kerahasiaan dapat disalah gunakan oleh oknum pembayar pajak maupun oknum petugas pajak untuk membungkus penghindaran penyelundupan, dan penyelewengan pajak lainnya.
    Contoh,
    seseorang didalam melaporkan SPT-nya, ia akan melaporkan dengan nominal yang kecil, dari dari nominal yang dia miliki. Tetapi jika ia akan meminjam uang kebank ia akan menuliskan nominal kekayaannya jauh lebih besar dari yang dia miliki.

    Karena kerahasiaan WP disalah gunakan maka Lembaga Negara BPK sebagai pemeriksa keuangan negara yang ingin memeriksa kerahasiaan WP terhalang oleh pasal 34 ayat 2-a huruf b UU KUP : bahwa pejabat dan/atau tenaga ahli yang dapat memberikan keterangan kepada negara yang memilik kewenang pemeriksaan keuangan negara terlebih dulu harus ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Hal ini bertentangan dengan ketentuan didalam pasal 23-E ayat 1 UUD 1945 : mengatakan bahwa BPK adalah Lembaga Negara yang bebas dan Mandiri.

    Karena itu BPK mengajukan permohonan judicial review atas pasal tersebut diatas.
    Menurut saya :
    Selama masyarakat kita kesadarannya masih rendah akan utang pajak, kerahasiaan WP tidaklah harus dilindungi, karena system pajak yang self assessment tidak mereka terapkan dengan baik tetapi jika mereka menerapkan system self assessment dengan baik maka pemerintah harus melakukan penghargaan dengan melindungi kerahasiaan WP.

    Demikianlah komentar saya.

  6. Terima kasih atas komentar Anda. O ya, besok malam Anda semua akan mengikuti UJian Akhir Semester. Sebagai imbalan atas komentar Anda, berikut ini saya sampaikan kisi-kisi soal yang akan keluar, yaitu:
    2. Pemerintah dan DPR telah sepakat untuk menetapkan tarif tunggal untuk PPh WP Badan yang nantinya akan tertuang dalam Pasal 17 UU PPh. Apa kelebihan dan kekurangan tarif tunggal ini? Apa bedanya dengan tarif progresif?
    3. Jelaskan hak-hak dan kewajiban-kewajiban Wajib Pajak di Indonesia! Dari sekian banyak hak dan kewajiban tersebut, mana yang sudah pernah Anda jalani? Mengapa?
    5. Apakah setelah tamat dari Fakultas Hukum ini Anda sudah bisa menjadi Kuasa Wajib Pajak? Mengapa?
    8. Manfaat apa yang bisa Anda petik dari mata kuliah ini bagi kehidupan Anda saat ini maupun di masa yang akan datang?

    contoh soal selengkapnya dapat Anda klik di http://kafepajak.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: