10 Komentar

Doa “Past Tense” dan “Future Tense”

Pernahkah Anda berdoa? Pernahkah Anda menghitung berapa persen permohonan Anda dikabulkan?

10 comments on “Doa “Past Tense” dan “Future Tense”

  1. Tadi yang mencoba Saya Pak.

  2. tiap hari saya berdoa,, tapi saya tidak pernah menghitung berapa persen permohonan saya yang dikabulkan. jika dipikir-pikir lagi, banyak sekali doa saya yang dikabulkan oleh-Nya, mungkin..hampir semua.satu yang saya sangat-sangat ingat, waktu kelas 1 sma, saya berdoa “jika nantinya STAN terbaik untuk saya, masukkanlah saya kesana”.lulus SMA, ternyata permohonan saya belum dikabulkanNya..setelah satu tahun berlalu, barulah saya bisa kuliah di STAN. baru kemudian saya menyadari bahwa itu yang terbaik untuk saya, dan saya bersyukur karena diberi waktu satu tahun untuk lebih mendewasakan diri.
    demikian komentar saya🙂

  3. pak ditunggu materi metode penelitiannya

  4. Siap pernah pak…Secara matematis mungkin sulit memastikan persentasenya pak…
    Kita harus coba ambil sampel rentang waktu tertentu baru dech inget2 apa-apa yang yang telah dikabulkan Tuhan selama rentang waktu itu baru dikali 100%,kalo saya masih dibawah 2% deh pak,soalnya acapkali belum berdoa Tuhan dah ngasih yang lebih banyak buat kita..

  5. Nama : Rudi Anto PArulian Pangaribuan
    Kelas : 2 R Pajak

    Wlaupun saya belum melihat isi blog Bapak tentang Doa Present Tense dan Doa Future Tense, tapi saya sudah mendengarkannnya waktu kuliah…..

    Menurut saya, semua manusia termasuk saya kalo berdoa, kebanyakan isinya hanya memohon dan memohon saja (Future Tense),,,,,karena pada dasarnya manusia adalah seorang makhluk hidup yang tak pernah puas,,,,

    Namun, setelah mendengarkan pencerahan Bapak, bahwa dengan lebih banyak bersyukur kepada Tuhan , maka akan semakin banyak yang diberikan kepada kita…

    Kenapa???

    Kalau kita meyakini bahwa Tuhan kita adalah Yang Maha Tahu segalanya, berarti kita juga seharusnya meyakini bahwa tanpa berbicara kepada Tuhan pun , Tuhan sudah memberikan semua untuk kita….

    Tuhan memang tidak selalu memberi apa yang kita inginkan, tapi percayalah Tuhan selalu memberi apa yang kita butuhkan………

    AMEEN!!!!

  6. Nama : Rudi Anto PArulian Pangaribuan
    Kelas : 2 R Pajak
    Absen : 31

    Walaupun saya belum melihat isi blog Bapak tentang Doa Present Tense dan Doa Future Tense, tapi saya sudah mendengarkannnya waktu kuliah…..

    Menurut saya, semua manusia termasuk saya kalo berdoa, kebanyakan isinya hanya memohon dan memohon saja (Future Tense),,,,,karena pada dasarnya manusia adalah seorang makhluk hidup yang tak pernah puas,,,,

    Namun, setelah mendengarkan pencerahan Bapak, bahwa dengan lebih banyak bersyukur kepada Tuhan , maka akan semakin banyak yang diberikan kepada kita…

    Kenapa???

    Kalau kita meyakini bahwa Tuhan kita adalah Yang Maha Tahu segalanya, berarti kita juga seharusnya meyakini bahwa tanpa berbicara kepada Tuhan pun , Tuhan sudah memberikan semua untuk kita….

    Tuhan memang tidak selalu memberi apa yang kita inginkan, tapi percayalah Tuhan selalu memberi apa yang kita butuhkan………

    AMEEN!!!!

  7. pernahkah saya berdoa? tentu saja pernah,pak. tiap hari saya berdoa pada Tuhan. tapi hampir sama dengan comment dari nurul, saya ga pernah menghitung berapa persen doa saya yg dikabulkan oleh Tuhan.. yang saat ini sedang saya coba adalah, untuk selalu bersyukur atas apa yg diberikan Tuhan untuk saya.
    saya juga kadang berpikir, Tuhan tu baik banget sama saya. banyak sekali harapan2 saya yg dikabulkan oleh-Nya.. bahkan kadang tanpa saya meminta..
    saya masih terus berharap dan berdoa agar Tuhan terus membimbing saya untuk dapat melakukan, memberikan, dan mendapatkan hal-hal yang terbaik, bagi diri sendiri maupun bagi orang lain di sekeliling saya terutama orang2 yg saya sayangi.. amien..
    sekian comment saya, makasih pak nyoman..
    -alfiana-

  8. Malam, pak…
    Saya tidak pernah menghitung perbandingan antara doa saya yang dikabulkan dengan yang tidak dikabulkan. Karena hal tersebut sama saja dengan menghitung sebuah bilangan dibagi dengan NOL. Tentu saja hasilnya tidak akan pernah diketahui, tak terhingga.
    Sehingga saya dlm berdoa menganut sistem Official Assessment; Saya berdoa menurut apa yang terbaik buat saya, namun apabila Tuhan menghendaki lain, maka Tuhan sebagai “official” saya adalah penentu apa yang terbaik untuk saya.
    Terimakasih atas kolomnya pak…

    -Arif-

  9. wah, perlu data statistik nih
    salam dahsyat, pak

  10. Salam Dahsyat Pak,
    ucapan kita terhadap Sang Khalik atau kita acapkali menyebutnya Do ‘a…adalah merupakan refleksi dari wujud keimanan dan keyakinan kita terhadap Sang Pencipta, kenapa? karena tujuan dari kita berdo’a rata2 adalah memohon terhadap apa yg kita kehendaki. benar atau betul ? (saya tdk memakai kalimat pilihan jika memang tdk ada pilihan…).
    Mungkin merupakan ide kreasi dari Bapak mengenai Doa Past Tense atau jenis2 Doa yg Bapak sebutkan tadi,namun menurut ajaran agama yg saya anut, Do’a kita tdk berdasarkan waktu, hanya berdasarkan tingkat keimanan seseorang trhdp Sang Pencipta, jadi do’a yg sudah kita ucapkan berlarut2 selama ini merupakan wujud keimanan kita terhadapnya. sesungguhnya segala sesuatu yg terjadi pada diri kita masing2 sudah ditentukan oleh-Nya, namun hanya kita sebagai mahkluk ciptaan-Nya hanya perlu berdo’a untuk mensyukuri nikmat-Nya,krn kita diberikan waktu selama hidup utk mengumpulkan pahala sebagai tabungan di hari kekal nanti, do’a kita adalah pengiring bagi kita nanti.
    begitulah tanggapan saya Pak. Terima Kasih…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: