Tinggalkan komentar

E-BOOK “UNTAIAN DHARMA”

Untaian Dharma

Om Suastiastu,

Khusus bagi umat Hindu, silakan unduh file e-book di atas. Semoga bermanfaat.

Suksma

Tinggalkan komentar

BEASISWA KEPRESIDENAN INDONESIA

Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan beasiswa kepada putera-puteri terbaik bangsa yang diterima melanjutkan pendidikan pada 50 universitas terbaik dunia. Ke-50 universitas tersebut adalah:

DAFTAR 50 BESAR KAMPUS DUNIA
Indonesia Presidential Scholarship
NO.
UNIVERSITAS
NEGARA
KOTA
1
California Institute of Technology
Amerika Serikat
Pasadena, California
2
Carnegie Mellon University
Amerika Serikat
Pittsburgh, Pennsylvania
3
Columbia University
Amerika Serikat
New York City, New York
4
Cornell University
Amerika Serikat
Ithaca, New York
5
Duke University
Amerika Serikat
Durham, Carolina Utara
6
Georgia Institute of Technology
Amerika Serikat
Atlanta, Georgia
7
Harvard University
Amerika Serikat
Cambridge,Massachusetts
8
Johns Hopkins University
Amerika Serikat
Baltimore, Maryland
9
Massachusetts Institute of Technology
Amerika Serikat
Cambridge, Massachusetts
10
New York University
Amerika Serikat
New York City, New York
11
Northwestern University
Amerika Serikat
Evanston, Illinois
12
Princeton University
Amerika Serikat
Princeton, New Jersey
13
Stanford University
Amerika Serikat
Stanford, California
14
University of California, Berkeley
Amerika Serikat
Berkeley, California
15
University of California, Los Angeles
Amerika Serikat
Los Angeles, California
16
University of Chicago
Amerika Serikat
Chicago, Illinois
17
University of Illinois at Urbana-Champaign
Amerika Serikat
Champaign, Illinois
18
University of Michigan
Amerika Serikat
Ann Arbor, Michigan
19
University of Pennsylvania
Amerika Serikat
Philadelphia, Pennsylvania
20
University of Texas at Austin
Amerika Serikat
Austin, Texas
21
University of Washington
Amerika Serikat
Seattle, Washington
22
University of Wisconsin-Madison
Amerika Serikat
Madison, Wisconsin
23
Yale University
Amerika Serikat
New Haven, Connecticut
24
Imperial College London
Inggris
London
25
King’s College London
Inggris
London
26
London School of Economics and Political Science
Inggris
London
27
University College London
Inggris
London
28
University of Cambridge
Inggris
Cambridge
29
University of Edinburgh
Inggris
Edinburgh
30
University of Manchester
Inggris
Manchester
31
University of Oxford
Inggris
Oxford
32
Peking University
Republik Rakyat Cina
Beijing
33
The University of Hong Kong
Republik Rakyat Cina
Hong Kong
34
Tsinghua University
Republik Rakyat Cina
Beijing
35
University of British Columbia
Kanada
Vancouver
36
University of Toronto
Kanada
Toronto
37
McGill University
Kanada
Montreal
38
Australian National University
Australia
Canberra
39
University of Melbourne
Australia
Melbourne
40
Kyoto University
Jepang
Kyoto
41
The University of Tokyo
Jepang
Tokyo
42
École Polytechnique Fédérale de Lausanne
Swiss
Lausanne
43
ETH Zürich – Swiss Federal Institute of Technology Zürich
Swiss
Zürich
44
Technical University of Munich
Jerman
Munich
45
Ecole Polytechnique
Perancis
Palaiseau
46
National University of Singapore
Singapura
Singapura
47
Seoul National University
Korea
Seoul
48
University of Copenhagen
Denmark
Copenhagen
49
Al-Azhar University
Mesir
Kairo
50
King Saudi University
Saudi Arabia
Riyad

Informasi selengkapnya dapat dilihat DI SINI

 

Tinggalkan komentar

BAHAGIA MENJADI MAGNET REZEKI

Sudahkah Anda berbahagia hari ini?

Kenapa kita perlu berbahagia?

Kebahagiaan merupakan kunci kesuksesan seseorang. Bukan karena sukses orang itu bahagia, tetapi karena bahagialah, maka apapun yang dikerjakannya sukses.

Kebahagiaan juga merupakan kunci untuk menarik limpahan rezeki dari Tuhan. Bukan karena bergelimang harta orang itu bahagia, tetapi karena bahagialah, maka harta/rezeki akan mendatangi dan mengerumuni orang itu.

Oleh karena itu, berbahagialah dan jadilah magnet rezeki…

Saya akan mengadakan seminar/pelatihan ” Bahagia Menjadi Magnet Rezeki” pada hari Sabtu, 22 Februari 2014 di Aula Kampus STIE Tunas Nusantara, JL. Dewi Sartika Cawang.

Apakah Anda berminat untuk ikut?

Saya akan membagikan segenap ilmu yang sudah saya dapatkan selama ini dan juga sudah saya praktekkan.

Saya akan mengajak seluruh peserta untuk melakukan aktivasi magnet rezeki dalam dirinya, sehingga mampu menarik limpahan rezeki dari Tuhan. Mereka menjadi berkelimpahan rezeki dan kemudian dapat mengalokasikannya untuk kepentingan sosial keagamaan.Metode pelatihan yang akan saya gunakan antara lain adalah games, menulis dengan tangan kiri, relaksasi, sugesti diri, deklarasi, hipnoterapi, dll.
 
Nilai investasi dari seminar/pelatihan ini adalah Rp888.000 per orang dan khusus bagi 88 oarang pendaftar pertama boleh menyetor Rp188.000 atau lebih besar dari itu ke BCA 1456002570 atau Mandiri 0700004473604.
 
 
Siapakah yang cocok mengikuti seminar ini?
Seminar ini tidak hanya cocok bagi para pebisnis, tetapi juga para profesional dan karyawan. Pagi para pebisnis (entrepreneur) tetntunya akan sangat berguna karena apabila magnet rezekinya sudah teraktivasi, maka bisnis orang-orang ini akan semakin maju dan sukses. Untuk para profesional dan karyawan/wati, dengan mengikuti seminar ini mereka dapat meningkatkan karier mereka.
 
Apabila Anda tertarik, silakan mendaftarkan diri Anda ke Prani (081239175209) atau Lanang (087861979671).

Terima kasih dan semoga rezeki Anda semakin berlimpah….

Salam berkelimpahan bahagia,

I Nyoman Widia

 
***Seminar ini disponsori oleh:
1. Widya Citra Sejahtera (Tax and Accounting Services)
2. Saung Apung
3. Warung Siaga
Tinggalkan komentar

AYO…DAFTAR KULIAH KE JEPANG DENGAN BEASISWA

Bagi Anda yang baru lulus SMA, silakan mencoba mendaftar untuk memperoleh beasiswa ke negeri Jepang.

Silakan klik DI SINI

Tinggalkan komentar

Pengumuman: Telah Terbit Pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan yang merupakan pengganti dari Peraturan Pemerintah Nomor 80 tahun 2007.

Untuk selanjutnya silakan unduh filenya di PP 74 2011

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan komentar

Jiwa Kepemimpinan

Seorang pengemis tua duduk di atas sebongkah batu dekat sebuah perempatan jalan. Setiap hari dari pagi hingga sore ditengadahkannya tangannya meminta belas kasihan orang-orang yang kebetulan lewat. Profesi ini sudah dilakoninya sejak puluhan tahun silam. Hasil dari mengemis ini cukup untuk menghidupi isteri dan anaknya yang semata wayang.

Suatu hari lewatlah seorang bapak berjanggut putih mengendarai sedan putih di depan pengemis tua. Sejurus orang itu memperhatikan si pengemis tua. “Sudah berapa lama Anda duduk di atas batu itu?” tanyanya penuh selidik. “Lebih dari 20 tahun, Tuan”, jawab pengemis itu spontan. “Pulanglah dan bawalah cangkul kembali. Coba Anda gali tanah di bawah batu yang sedang Anda duduki. Anda pasti menemukan sesuatu.”

Setelah mengucapkan terima kasih secukupnya, pengemis tua itu buru-buru pulang mengambil cangkul. Betapa kagetnya dia tatkala menggali tanah yang lebih dari 20 tahun telah menjadi tempat duduk dalam menjalankan profesinya. Berkeping-keping emas dan perak berada dalam timbunan tanah tersebut. Ternyata selama ini dia tidak menyadari adanya harta karun itu. Bahkan, selama lebih dari 20 tahun dia hanya memanfaatkannya sebagai tempat untuk meminta belas kasihan orang.

Seandainya dia sedari awal dia sudah mengetahui ada timbunan harta karun di dalam tanah itu, mungkin dia saat ini sudah menjadi seorang pebisnis sukses yang kaya raya nan dermawan. Akan tetapi, selama puluhan tahun dia telah menyia-nyiakan harta karun itu.

Demikian juga halnya dengan diri kita. Puluhan tahun sudah kita sia-siakan potensi superdahsyat yang ada pada diri kita. Sebenarnya kita ini adalah orang-orang hebat. Bahkan, jauh lebih hebat dari yang kita duga selama ini.

Dalam hal kepemimpinan, sesungguhnya sedari ketjil dalam diri kita terdapat jiwa kepemimpinan. Akan tetapi, terkadang kita tidak menyadarinya, bahkan setjara perlahan-lahan menenggelamkan jiwa kepemimpinan itu. Jiwa kepemimpinan terbenam begitu saja tanpa pernah diasah dan dikembangkan.

Komunikasi internal dalam diri kita seringkali ikut berkontribusi menenggelamkan jiwa kepemimpinan itu. “Saya tidak berbakat menjadi pemimpin”, “Saya tidak mempunyai jiwa kepemimpinan”, “Saya tidak tidak berasal dari keturunan pemimpin”, serta banyak lagi tjelotehan yang terlontar yang tentunya berdampak makin mengkerutnya jiwa kepemimpinan dalam diri kita.

Mulai sekarang marilah kita memupuk dan mengasah jiwa kepemimpinan dalam diri kita. Mari kita siapkan diri kita menjadi pemimpin, minimal mejadi pemimpin atas diri kita sendiri…

1 Komentar

HUKUM KARMA PHALA: SEBUAH REFLEKSI AKHIR TAHUN

Oleh: I Nyoman Widia*

 

Om Suastiastu,

Walau siang itu sang mentari sedang semangat-semangatnya memancarkan sinarnya yang panas, tetapi hal itu tidak menyurutkan langkah Budi untuk menjalani runitas kesehariannya. Malahan dia tambah semangat untuk menjajakan barang dagangannya di sebuah perempatan jalan di bilangan Jakarta Selatan. Kurang lebih sudah dua puluh tahun dia melakoni hidup sebagai pedagang asongan di Jakarta.

Seorang lelaki membuka pelan-pelan kaca mobilnya seraya melambaikan tangan memanggil Budi. Budi segera menghampiri mobil mewah itu. Lelaki itu minta sebuah majalah terkenal yang senantiasa mengupas masalah ekonomi dan bisnis. Sambil menyodorkan majalah yang diminta, Budi menatap wajah lelaki yang ternyata tidak asing bagi dirinya. Belum sempat Budi membuka bibir, lelaki itu sudah menyapa duluan. “Maaf, Kamu Budi ya? Main ke rumah ya. Ini uang pembelian majalah dan sekalian kartu namaku.”

Mobil Mercy keluaran terbaru itu buru-buru melaju karena sudah diklakson beberapa kali oleh mobil di belakangnya. Lampu pengatur lalu lintas sudah berwarna hijau. Budi pun bergegas ke pinggir jalan. Dengan antusias dibacanya kartu nama yang diberikan lelaki itu. Tertulis nama “I Wayan Dharma Kesuma” dan dibawahnya “Direktur Keuangan”. Dalam kartu itu juga tercantum nama perusahaan, alamat kantor, dan nomor telepon.

Budi tertegun sejenak. Pikirannya melayang ke lebih dari dua puluh tahun silam. Saat itu dia masih SMA dan sekelas dengan Dharma selama dua tahun. Dia pun pernah duduk sebangku sewaktu kelas 3. Dia ingat betul bahwa ranking Dharma masih di bawahnya. Budi termasuk siswa pintar di sekolah. Rankingnya dari kelas 1 hingga kelas 3 selalu dalam kisaran 5 besar, sedangkan Dharma tidak pernah mencapai 5 besar. Dharma itu orangnya santai dalam belajar, tetapi bergaulnya pintar. Dharma gampang bergaul, sehingga di kalangan teman-teman SMA-nya, Dharma lebih populer daripada Budi.

Budi tidak habis pikir. Orang yang prestasi akademiknya sewaktu sama-sama di SMA lebih rendah, tetapi sekarang sudah mengendarai mobil mewah keluaran terbaru dan mempunyai jabatan tinggi di kantornya. Sementara dirinya masih menjalani profesi sebagai pedagang asongan, menjajakan koran dan majalah di perempatan jalan. Betapa kontras kehidupan mereka. Bagaikan bumi dan langit.

Umat Hindu yang berbahagia,

Setelah menyimak cerita singkat di atas, komentar yang muncul mungkin akan beragam. Ada yang berpendapat bahwa kehidupan Budi seperti itu sudah merupakan kehendak Hyang Widhi. Ada juga yang berpendapat bahwa kehidupan Budi seperti itu adalah karena perilaku leluhurnya di masa lampau yang kurang baik, sehingga saat ini Budilah yang menanggung akibatnya. Bahkan, mungkin ada juga yang mempertanyakan bahwa Hyang Widhi pilih kasih dalam memberikan waranugeraha kepada Dharma dan Budi.

Apakah benar Hyang Widhi lebih sayang kepada Dharma daripada kepada Budi?

Umat Hindu yang berbahagia,

Hyang Widhi menciptakan dunia beserta isinya lengkap dengan hukum-hukum alamnya. Hukum alam (Rta) ini bersifat universal dan netral. Universal artinya berlaku umum dan netral bermakna tidak memihak. Jadi, hukum alam ini berlaku untuk siapa saja, untuk seluruh alam beserta isinya, serta tidak memihak. Dengan hukum alam inilah Hyang Widhi mengatur dunia beserta isinya.

Hukum Karma Phala merupakan salah satu hukum alam (Rta). Kata “karma” berarti perbuatan dan kata “phala” berarti akibat. Jadi Hukum Karma Phala merupakan Hukum Sebab Akibat. Tidak ada satu perbuatan (sebab) yang tidak ada hasilnya (akibat). Sebaliknya, tidak ada akibat tanpa adanya suatu sebab.

Karena merupakan hukum sebab akibat, maka Hukum Karma Phala berkorelasi erat dengan rentang waktu, yakni masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Hal-hal yang sudah terjadi merupakan masa lalu. Hal-hal yang belum (akan) terjadi adalah masa dpan (masa yang akan dating). Satu bulan yang lalu adalah masa lalu, satu jam yang lalu juga adalah masa lalu, bahkan satu detik yang lalu juga adalah masa lalu. Demikian juga dengan masa yang akan datang. Satu menit, satu jam, satu bulan, dan juga satu tahun yang akan datang merupakan masa depan.

Perbuatan-perbuatan (sebab) di masa lalu akan memberikan dampak (hasil/akibat) pada waktu sekarang. Menjadi apa kita sekarang dan di mana kita sekarang adalah hasil/akibat dari pilihan-pilihan kita di masa lalu, keputusan-keputusan kita di masa lalu, dan tindakan-tindakan kita di masa lalu. Saat ini (waktu membuat tulisan ini) saya berada di kantor adalah akibat dari pilihan-pilihan saya tadi pagi di rumah. Saya bisa memilih pergi ke kantor, pergi ke kampus, pergi ke rumah famili, ataukah berdiam diri di rumah. Keputusan saya tadi pagi adalah pergi ke kantor dan tindakan saya adalah berangkat ke kantor. Sebagai akibatnya, saat ini saya berada di kantor.

Kalau dikaitkan dengan cerita singkat di atas, kenapa Budi saat ini berada di Jakarta dan menjadi pedagang asongan adalah akibat dari adanya pilihan-pilihan beberapa tahun sebelumnya. Dua puluh tahun lalu (menurut cerita di atas) Budi mempunyai pilihan-pilihan, yakni tetap tinggal di Bali ataukah berangkat mengadu nasib ke Jakarta. Akhirnya Budi memilih ke Jakarta dan berangkatlah Budi ke Jakarta waktu itu. Dari berbagai macam pilihan pekerjaan yang ada, budi memilih untuk berjualan majalah dan koran di perempatan jalan. Akibatnya, saat ini Budi masih menjalani profesi tersebut.

Lain halnya dengan Dharma. Setamat SMA dia memutuskan melanjutkan kuliah ke Jogjakarta. Jika sewaktu SMA dia jarang belajar, maka sewaktu kuliah dia termasuk mahasiswa yang rajin belajar, tetapi tetap tidak melupakan pergaulan. Semangat hidupnya tinggi. Kawan-kawannya banyak. Dalam waktu kurang dari empat tahun dia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di universitas negeri terkenal di kota itu. Indeks Prestasi Kumulatif-nya pun nyaris mencapai angka 4.

Dari berbagai pilihan yang ada setamat kuliah, Dharma memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan bergabung dengan perusahaan konstruksi ternama di Jakarta. Dharma orangnya jujur, berntegritas tinggi, kerjanya rajin, berperilaku menyenangkan, bersemangat, cepat dalam mengambil keputusan, serta berwawasan luas. Bermodalkan semua itu karier Dharma di perusahaan itu menanjak pesat hingga akhirnya setahun yang lalu dia terpilih menjadi Direktur Keuangan.

Pencapaian Dharma menduduki posisi Direktur Keuangan dengan gaji tinggi dan fasilitas menggiurkan merupakan contoh implementasi dari Hukum Karmaphala. Inilah yang disebut dengan Sancita Karmaphala. Hasil yang dinikmati sekarang merupakan akibat dari perbuatan di masa lalu. Jabatan Direktur Keuangan yang diraih Dharma merupakan akibat/hasil dari pilihan-pilihan, keputusan-keputusan, dan tindakan-tindakan Dharma di masa lalu. Kalau saja dia memutuskan kembali ke Bali ketika tamat kuliah, maka posisi Direktur Keuangan perusahaan konstruksi ternama di Jakarta tidak akan diraihnya.

Umat Hindu yang berbahagia,

Kalau kita sudah mengakui dan meyakini bahwa menjadi apa kita sekarang dan di mana kita sekarang, merupakan hasil/akibat dari pilihan-pilihan, keputusan-keputusan, dan tindakan-tindakan kita di masa lalu (Sancita Karmaphala), maka menjadi apa kita di masa yang akan datang, di mana kita di masa yang akan datang, adalah ditentukan oleh pilihan-pilihan kita saat ini, keputusan-keputusan kita saat ini, dan tindakan-tindakan kita mulai saat ini. Inilah yang disebut dengan Kryamana Karmaphala. Kondisi kehidupan yang akan dijalani di masa depan merupakan hasil dari pilihan, keputusan, dan tindakan kita saat ini.

Sementara itu, Prarabda Karmaphala merupakan hukum sebab akibat yang penyebabnya di masa sekarang dan berakibat langsung di masa sekarang juga. Contoh sederhananya adalah saat kita mencubit lengan (sebab), maka rasa sakitnya (akibat) dapat dirasakan secara langsung pada saat itu juga.

Umat Hindu yang berbahagia,

Sebagai refleksi akhir tahun 2011 mari kita merenung sejenak. Apakah selama ini kita sudah memahami, mengakui, dan meyakini keberadaan dan bekerjanya Hukum Karmaphala yang merupakan salah satu hukum alam (Rta) dari Hyang Widhi? Masihkah kita menyalahkan orang lain, keluarga, ataupun lingkungan atas kondisi kita saat ini? Atau malah berlindung di balik dalih bahwa semua ini sudah ditentukan oleh Hyang Widhi? Padahal Hyang Widhi sama sekali tidak memihak. Hyang Widhi mengatur alam semesta beserta isinya dengan hukum alam dan salah satunya adalah Hukum Karmaphala.

Mari kita rancang sendiri kehidupan masa depan kita. Kita adalah arsitek dari kehidupan kita, bukan orang lain. Kita diberikan kebebasan 100% untuk memilih, memutuskan, dan bertindak. Menjadi apa, di mana , dan seperti apa diri kita di tahun 2012 adalah hasil dari pilihan, keputusan, dan tindakan kita saat ini.

Pada penghujung tahun 2011 ini marilah kita akui dan sadari bahwa keberadaan kita saat ini adalah hasil dari pilihan, keputusan, dan tindakan kita di masa lalu (Sancita Karmaphala). Karena semua ditentukan oleh kita sendiri, maka semuanya kita terima dengan ikhlas dan jadikan bahan renungan, bahan evaluasi diri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, lebih hebat, lebih sukses, dan lebih bahagia di tahun 2012.

Selamat menyongsong kehidupan baru di tahun 2012.

Om Shanti Shanti Shanti Om

 

*)

Penulis adalah Sekretaris Badan Penyiaran Hindu PHDI Pusat